Cara Memulai Bisnis Online Bagi Pemula

Masalah Yang Sering Dihadapi Pemula

Apa yang sering dihadapi oleh pebisnis pemula? Kita akan coba jawab disini. Masalah modal mungkin salah satunya. Tapi saya membuat postingan lain untuk membahas masalah modal. Untuk sekarang, kita fokus saja mengatasi masalah yang biasa dihadapi pemula.

Biasanya para pemula itu terjebak ke dalam dua kondisi. Yang pertama bingung mau mulai dari mana. Kondisi kedua adalah ikut-ikutan. Artinya melihat orang lain menawarkan produk, terus dia ikut-ikutan. Padahal bisa jadi yang dia ikuti sama-sama pebisnis pemula yang belum begitu faham bisnis.

Masalah lainnya yang suka dihadapi pemula adalah masalah mindset. Kadang masih suka membawa mindset profesi sebelumnya. Misalnya dari karyawan menjadi pengusaha. Saya tidak mengatakan mindset karyawan itu salah, tapi tidak cocok dibawa ke bisnis. Mindset karyawan cocok jika Anda menjadi karyawan. Jika Anda mau menjadi pebisnis, maka gunakan mindset pebisnis. Itu beda.

Masalah berikutnya adalah menganggap gampang dan sebaliknya menganggap sulit. Keduanya tidak baik. Kita harus melihat sulit tidaknya bisnis secara proporsional. Kadang ada pebisnis pemula yang menganggap bisnis itu sangat gampang. Saat mencoba ternyata perlu usaha, kemudian anggapannya berbalik jadi menganggap susah. Akhirnya menyerah.

Ok, kita akan bahas beberapa permasalahn tersebut di artikel ini.

Cara Memulai Bisnis Online Bagi Pemula

Cara Memulai Bisnis Online Bagi Pemula

Belajarlah Dulu

Memang benar, yang penting action. Pertanyaanya, Anda mau action apa? Setidaknya Anda sudah memiliki pengetahuan atau ilmu apa saja yang harus dilakukan. Kalau sudah mengetahuinya, baru Anda bisa action. Yang salah adalah kelamaan belajar, menunggu ilmunya sempurna, akhirnya tidak jalan-jalan.

Belajarlah dulu garis besarnya. Apa saja yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Bahkan, fahamilah apa itu bisnis. Sebab, masih ada pemula yang tidak bisa membedakan antara dagang dan bisnis. Apakah Anda mau berdagang atau berbisnis? Maka Anda harus mengetahui bedanya. Jangan sampai, Anda pikir sudah bisnis, padahal Anda sedang berdagang.

Anda tidak harus menguasai segalanya. Sekali lagi, garis besarnya dulu. Secara bertahap, tingkatkan ilmu dan pengetahuan Anda. Intinya ada 4 yaitu ilmu tentang pemasaran, produksi, keuangan, dan sumber daya manusia. Yang pertama kali Anda pelajari adalah pemasaran dan menjual.

Keterampilan Itu Butuh Dilatih dan Jam Terbang

Untuk awal-awal, mungkin Anda masih melakukan banyak hal sendiri. Seperti pemasaran, misalnya Anda menggunakan Youtube Marketing. Maka Anda perlu melatih kemampuan Youtube Marketing mulai dari riset, membuat video, dan mempromosikan video Anda. Diantaranya ada yang berupa keterampilan atau skill.

Saya sering kali menemukan pengusaha pemula menyerah disini. Membuat video youtube gagal terus. Akhirnya menyerah. Padahal yang namanya keterampilan, perlu dilatih. Anda perlu belajar, mencoba, kemudian melatihnya secara berulang-ulang. Misalnya, jika Anda kesulitan bicara di depan kamera, maka latihlah sampai bisa dan lancar.

Contoh lain adalah menulis untuk menawarkan sesuatu. Misalnya menulis status untuk menawarkan produk dan bisnisnya. Tapi suka bingung menulis apa. Kalau pun sudah jadi tidak menjual. Kemudian menyerah. Padahal, menulis yang menjual itu sebuah keterampilan. Jika tidak langsung bisa, itu wajar.

Diantara yang harus Anda lakukan itu ada yang bukan termasuk skill. Sementara, ada juga yang berbentuk skill. Contohnya membuat video, membuat artikel, copywriting, dan sebagainya. Anda perlu sengaja belajar, mencoba, melatih dan membiasakannya (menambah jam terbang).

Jangan Lupakan Dengan Keterampilan Dasar

Saat saya mementori mitra-mitra saya, sering kali saya menemukan kasus, dimana masalahnya ada di keterampilan dasar. Sebagai contoh, Anda akan kesulitan mempraktekan teknik SEO jika Anda tidak bisa membuat konten. Maka Anda harus belajar membuat konten terlebih dahulu. Konten itu berupa artikel, gambar, atau video.

Sementara itu, Anda tidak akan bisa membuat konten, jika menggunakan komputer, laptop, atau HP juga tidak lancar. Misalnya Anda hanya bisa menggunakan HP untuk telpon dan WA, saat mau menulis dan menyimpan tulisan masih bingung. Maka persiapkan keterampilan dasar dulu.

Dalam beberapa pelatihan, kadang masih ada peserta yang belum bisa nyalain laptop. Ada juga yang belum bisa download dan membuka file zip. Padahal, saat itu mau belajar Facebook Ads.

Silahkan pelajari dulu, belajarlah kepada mereka yang sudah bisa. Kadang mereka itu keluarga Anda sendiri. Bisa jadi tetangga Anda. Atau sengaja membayar seorang guru privat atau ikut kursus. Untuk hal-hal teknis, sangat sulit belajar jarak jauh. Misalnya mau belajar via video, minimal Anda sudah bisa nonton video kan?

Keterbatasan Bukan Dijadikan Alasan, Tetapi Harus Diatasi

Sebagai pemula, Anda mungkin akan menghadapi banyak keterbatasan. Bukan dijadikan alasan, bukan dijadikan keluhan, bukan dijadikan marah-marah. Orang lain juga pernah menghadapinya. Mereka yang sukses karena mereka mengatasinya. Bukan berarti mereka tidak punya keterbatasan.

Jika Anda belum mengetahui cara mengatasi keterbatasan, sekali lagi belajarlah. Cari tahu, tanya orang, baca buku, cari di google, cari di youtube, dan sebagainya. Jadi pengusaha tidak boleh lembek. Harus strong, berusaha mengatasi apa yang menjadi hambatan. Berusaha mencari solusi jika ada masalah.

Tahapan Memulai Bisnis Online Bagi Yang Masih Bingung

Mulai Dari Mana? Memahami Bisnis Online

Salah satu pertanyaan yang sering saya terima adalah “mulai dari mana?”. Artinya masih bingung apa yang perlu dilakukan pertama kali. Penyebab bingung karena belum faham apa itu bisnis online. Untuk itu yang perlu Anda lakukan adalah memahami bisnis online terlebih dahulu.

Dibawah akan saya berikan poin-poin penting tentang bisnis online yang perlu Anda fahami.

  • Bisnis online pada dasarnya sama dengan bisnis biasa, hanya saja menggunakan media online. Anda perlu faham tentang cara bisnis biasa supaya bisa bisnis online.
  • Media online itu seperti
    • website, toko online, blog
    • marketplace (tokopedia, bukalapak, shopee, dan sebagainya),
    • social media (facebook, instagram, twitter, youtube, dan sebagainya)
    • media komunikasi online (email, whatsapp, telegram, dan sebagainya)
  • Media online adalah alat untuk menyampaikan pesan. Pesan disampaikan melalui konten yang berupa tulisan, gambar, audio, atau video.
  • Inti bisnis pada dasarnya memasarkan produk. Media hanyalah alat bantu.
  • Bisnis itu berbeda dengan jualan. Sama-sama menjual atau memasarkan produk, tetapi berbeda dalam mengelolanya. (Dibawah akan dijelaskan lebih jauh).

Memahami Model Bisnis Online

Model bisnis sederhanya adalah bagaimana sebuah bisnis menghasilkan uang. Ada bermacam-macam model bisnis yang bisa Anda pilih. Hampir sama dengan model bisnis offline. Sekali lagi, bedanya hanya media.

  • Menjual produk. Sama dengan bisnis offline. Bisa menjual produk yang diproduksi sendiri, bisa juga menjual produk orang lain.
  • Menjual jasa. Sama dengan menjual produk, bisa menjual jasa sendiri atau orang lain.
  • Kerja sama (partnership). Ini banyak sub modelnya, diantaranya:
    • kerja sama periklanan, Anda bekerja sama dengan google untuk menampilkan iklan di website atau channel youtube.
    • kerja sama pemasaran, Anda bekerja sama dengan pemilik produk untuk memasarkan, bisa dalam bentuk afiliasi atau dropshiping
  • Network Marketing Online. Network Marketing tidak hanya bisa dijalankan secara offline, sekarang sudah banyak yang bisa online.

Jika didetilkan, akan banyak sekali model bisnis online itu. Setidaknya Anda sudah punya gambaran, seperti apa sich bisnis online dijalankan. Sekarang coba perhatikan saat ada iklan atau promosi, coba perhatikan mereka menggunakan model bisnis apa. Toko online adalah model menjual produk. Para youtuber adalah kerja sama dengan google. Dan sebagainya.

Belajar Hal-hal Teknis Dunia Online

Jika sebelumnya Anda pernah berbisnis, artinya sudah cukup faham tentang bisnis, sehingga tinggal belajar teknis onlinenya. Jika Anda belum faham dan belum pernah berbisnis, tentu harus mengerti konsep bisnis pada umumnya terlebih dahulu.

Anggaplah Anda sudah faham konsep bisnis, maka mulailah mengenal media online dan bagaimana dunia online bekerja. Belajarlah untuk mengenal:

  1. Apa itu website? Dan turunannya seperti blog, toko online, halaman penawaran, dan sebagainya.
  2. Apa itu social media? Saat ini tidak bisa lepas dengan social media. Seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya.
  3. Bagaimana cara berkomunikasi secara online? Ada email, ada chat seperti WA, telegram, dan sebagainya
  4. Bagaimana membuat konten online? Kalau tulisan, semua orang bisa. Selain tulisan ada gambar, video, dan audio.

Setelah mengenalnya langkah berikutnya adalah

  1. Bisa mengoperasikanya
  2. Bisa membuatnya
  3. Bisa memanfaatkan untuk bisnis online (inilah yang disebut pemasaran online atau pemasaran internet atau pemasaran digital).

Ini yang bisa Anda lakukan sekarang:

  1. Belajar membuat akun social media, facebook, twitter, instagram, youtube, dan sebagainya
  2. Belajar mengoperasikan website, cobalah membuat blog gratisan, kemudian mencoba mengisinya dengan tulisan
  3. Belajar berkomunikasi dengan alat komunikasi online seperti email dan aplikasi chat.
  4. Belajar membuat konten, yaitu video, gambar, dan audio

Jangan dulu memikirkan hasil, yang penting bisa dulu.

Optimasi Bisnis Online

Setelah Anda mulai mengenal bisnis online dan bisa melakukan hal-hal teknis, selanjutnya mulai optimasi media online Anda agar lebih menghasilkan.

  • Bagaimana agar konten Anda lebih menjual atau sesuai dengan tujuan pemasaran Anda. Inilah yang disebut ilmu konversi.
  • Bagaimana agar konten Anda dilihat oleh banyak orang, karena tidak akan ada yang beli jika tidak dilihat orang. Inilah yang disebut ilmu traffic.

Bagaimana caranya? Silahkan buka artikel-artikel di blog ini. Saya banyak membahasnya di berbagai artikel. Mulai menghasilkan uang adalah bagian dari taktik.

Pada tahapan ini, diharapkan bisnis Anda mulai menghasilkan.

Scale Up dan Memenangkan Persaingan

Tentu saja, bisnis Anda tidak ingin sekedar menghasilkan uang, tetapi menghasilkan uang yang banyak. Caranya dengan scale up atau melipat gandakan. Juga persaingan akan selalu ada dan Anda harus belajar bagaimana caranya bisa memenangkan persaingan. Scale up dan memenangkan persaingan masuk ke bagian strategi.

Bisnis Apa atau Produk Apa?

Pertanyaan yang sering ditanyakan pebisnis pemula adalah bertanya “bisnis apa” atau “jual produk apa”. Bahkan ditambahkan yang cocok, yang pasti laris, yang menjanjikan, dan sejenisnya. Mungkin ada yang berharap, ada sebuah ide brilian dimana dia akan langsung sukses dan kaya. Atau mencari bisnis yang mudah, nggak banyak usaha, dan langsung sukses. Kalau ada, saya juga mau. He he.

Menemukan Ide Adalah Bagian Dari Memulai Bisnis

Pernah saya bertemu orang-orang, yang katanya mau bisnis online, tetapi sudah sekian lama belum juga. Saat ditanya, jawabannya bingung mau bisnis apa. Padahal, mencari ide adalah bagian dari proses memulai bisnis. Ide bisa datang tiba-tiba, ide juga bisa dicari dengan sengaja. Riset namanya.

Saat Anda sudah MAU berbisnis online, maka pikirkanlah idenya. Jika butuh produk, maka pikirkanlah produknya. Artinya ada usaha dengan sengaja untuk mencari ide produk dengan sebuah riset. Saya akan bahas berkaitan ini di postingan yang berbeda. Yang ingin saya sampaikan sekarang adalah, bahwa perlu usaha khusus untuk mencari ide.

Termasuk, saat Anda sudah punya ide, lakukan dulu riset, lakukan validasi, dan lakukan test pasar. Ide produk Anda mungkin ide brilian, bisa jadi bukan. Satu-satunya cara adalah dengan melakukan riset. Jangan sampai Anda sudah menghabiskan banyak modal (minjem lagi) dan banyak waktu, untuk memproduksi produk yang tidak akan laku.

Cari Produk Dulu Atau Cari Pasar Dulu?

Mana yang lebih baik, memulai dari pasar atau dari produk? Menurut saya, jika Anda sudah punya produk, tinggal lanjutkan untuk memasarkannya. Jika belum punya produk, itu bebas mau pasar dulu atau mau memiliki produk dulu. Bebas saja. Jika Anda sudah ada produk yang sudah terbukti dibutuhkan, diinginkan, atau ada pasarnya, maka lanjutkan proses pemasaran.

Anda juga bisa memulai dengan membangun pasar. Ini cocok untuk Anda yang tidak atau belum punya produk dan tidak punya modal. Bangunlah pasar. Contohnya dengan membangun subscriber email list, follower Instagram, subscriber Youtube, kontak WA, dan sebagainya. Jika sudah cukup banyak, Anda tinggal mencari produk yang cocok untuk pasar yang Anda miliki.

Jika Anda sudah punya pasar, selanjutnya bisa lebih mudah. Anda bisa jual produk orang lain. Anda juga bisa jual produk sendiri dengan modal dari target pasar Anda.

Jadi, mau produk dulu atau pasar dulu, sesuaikan dengan kondisi Anda dan model bisnis yang Anda pilih. Pada akhirnya Anda membutuhkan keduanya.

Jika Anda memilih model bisnis kerja sama dan network marketing online, fokus Anda bisa ke pemasaran. Memilih dan membuat produk bukan urusan Anda.

Langsung Bisnis Atau Jualan Dulu?

Beda Bisnis dan Jualan

Perbedaanya sederhana. Bisnis sebenarnya jualan juga, bedanya bisnis itu ada tim dan sistem. Sementara jualan Anda sendiri yang melakukannya, kalau pun ada orang lain, mereka hanya membantu Anda bukan sebagai tim yang bisa diandalkan. Tugas Anda sebagai pebisnis adalah sebagai penggagas ide dan memimpin tim Anda untuk mewujudkan ide Anda.

Jadi Boleh Jualan Dulu?

Boleh saja, tidak masalah. Untuk memulai Anda bisa jualan dulu. Semuanya Anda lakukan sendiri. Namun tetap Anda harus memiliki mindset seorang pebisnis. Mulai siapkan sistem dan secara bertahap bangun tim.

Tidak ada aturan apakah Anda harus jualan dulu atau langsung membangun sistem dan tim. Bebas saja, selama Anda memahami apa yang Anda lakukan. Jika memulai jualan dulu, jangan terlena dan waktu Anda habis oleh jualan sehingga “lupa” melakukan proses membangun bisnis.

Ada yang mengatakan jangan “gaya-gayaan” pengen segera jadi boss dengan merekrut tim. Betul, kalau untuk gaya-gayaan, itu tidak boleh. Karyawan Anda hanya akan menjadi beban pengeluaran. Tapi bukan dilarang membangun tim jika Anda bisa memastikan tim Anda justru meningkatkan penjualan, tidak menjadi beban dan justru menghasilkan.

Jika Anda bisa memastikan, setiap anggota tim Anda akan menambah produktivitas, keuntungan, dan tidak menjadi beban, itu malah bagus. Anda tidak perlu memikirkan gaji mereka, toh bisnis Anda akan menghasilkan untuk membayar mereka. Kadang memang harus menunggu dulu sampai tim Anda bisa menghasilkan. Selama modal Anda cukup untuk mengatasinya, itu tidak masalah.

Inilah kenapa harus memiliki ilmu dulu bagaimana membentuk dan mengelola tim yang akan menghasilkan, bukan malah menjadi beban. Jika sudah tahu caranya, maka mulailah membangun tim dan sistem untuk memastikan hasil yang Anda inginkan.

Penutup

Artikel ini tidak mungkin membahas segalanya dalam memulai bisnis online. Tapi sudah cukup untuk memberikan gambaran besar bagaimana cara memulai bisnis bagi pemula. Artikel ini cukup menjadi starting point dan membentuk mindset yang tepat bagi Anda.

Belajar itu never ending. Kadang ada pebisnis pemula berharap, hanya dengan panduan singkat sudah bisa menjawab segalanya. Padahal para CEO (pemimpin perusahaan) sukses, rata-rata mereka membaca 1 buku per pekan. Cara memulai bisnis online bagi pemula yang benar adalah belajarlah, memikirkan ide, dan bertindaklah. Ketiga hal ini bukan dilakukan sekali, tetapi terus menerus. Karena itulah tugas seorang pebisnis.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *