|

Strategi dan Cara Membuat Copywriting Produk Baru

Bagaimana cara membuat copywriting produk baru?

Anda baru rilis produk baru? Atau menjual produk baru? Bagaimana cara membuat copywriting yang tepat untuk copywriting baru?

Ternyata banyak pertimbangan. Tidak hanya memasukan daftar fitur dan benefit saja. Ada berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan. Dan itu akan mempengerahui keberhasilan copywriting produk baru Anda.

Pada artikel ini, akan saya jelas step by step bagaimana strategi dan cara membuat copywriting produk baru.

Strategi dan Cara Membuat Copywriting Produk Baru

Copywriting Produk Baru Butuh Strategi

Mengapa butuh strategi? Karena strategi adalah cara untuk menang dan cara untuk bertahan. Jadi jika Anda ingin menang melawan pesaing Anda, maka dibutuhkan strategi, termasuk dalam copywriting Anda.

Apa itu strategi? Sama dengan strategi perang. Anda melihat medan, memahami medan, kemudian memberdayakan pasukan Anda dengan mengatur mereka pada posisi yang paling menguntungkan. termasuk mengatur posisi senjata dan benteng pertahanan.

Begitu juga dalam copywriting. Kita perlu memahami medan perang, kemudian dengan tulisan kita memposisikan produk pada posisi yang paling menguntungkan. Tentu yang dimaksud disini bukan posisi secara fisik, tetapi posisi dalam pikiran atau persepsi calon pembeli.

Memahami Medan Perang

Medan perang dalam pemasaran adalah kondisi persaingan. Anda harus paham kondisi persaingan berkaitan dengan produk Anda. Adakah alternatif selain produk Anda yang bisa mereka beli? Adakah solusi lain selain membeli produk Anda?

Ini harus difahami. Jika gagal memahami ini, maka kita akan kesulitan menempati posisi terbaik di pikiran calon pembeli.

Hati-hati dengan asumsi “tidak ada pesaing”. Kenapa? Karena pesaing Anda bisa saja bukan produk lain. Mungkin pasar mengetahui solusi lain sehingga mereka berpikir tidak perlu produk Anda. Atau, buat apa mengeluarkan uang, jika ada solusi lain yang lebih murah bahkan gratis.

Jika ada pesaing, bagaimana cara menunjukan produk Anda adalah produk terbaik di antara produk pesaing.

Memahami Kondisi Musuh

Siapa musuh terbesar dalam penjualan? Penolakan. Artinya musuh itu ada di pikiran calon pembeli. Bukan orangnya, tetapi keyakinan-keyakinan yang ada di calon pembeli. Itu harus Anda taklukan.

Untuk bisa menaklukan, kita harus memahami keyakinan-keyakinan yang membuat mereka tidak mau membeli produk Anda. Jika sudah diketahui, maka buatlah copywriting yang mengalahkan keyakinan-keyakinan tersebut.

Sun Tzu mengatakan ia yang mengenal musuh dan mengenal dirinya sendiri, tidak akan dikalahkan dalam seratus pertempuran. Ketahui musuh dan mengenal diri (produk) maka Anda akan memenangkan peperangan antara persuasi Anda dan keyakinan calon pembeli.

Posisi, Posisi, Posisi

Inti dari strategi adalah mengatur posisi atau positioning. Setelah Anda memahami medan perang dan kondisi musuh, maka langkah selanjutnya bagaimana mengatur posisi produk Anda. Posisi di pikiran calon pembeli.

Buatlah tulisan yang menunjukan bahwa produk Anda adalah solusi satu-satunya. Bukan hanya terbaik. Ini adalah kondisi ideal dimana orang tidak bisa membantah lagi. Dan “terpaksa” membeli produk Anda.

Sehingga mereka tidak memikirkan solusi lain, tidak memikirkan produk lain, dan memang harus membeli produk Anda. Posisi inilah yang perlu dicapai.

Memang dalam prakteknya, kita akan sulit mencapai posisi ideal tersebut. Atau bahkan tidak mungkin. Namun ini akan menjadi kompas kita dalam membuat copywriting.

Penerapan Strategi Copywriting

OK, bagaimana cara menerapkannya?

Pentingnya Riset

Jika dalam peperangan, kita mengenal apa yang disebut mata-mata atau intel. Tugas mereka adalah untuk mencari informasi akurat dan selengkap mungkin. Sehingga medan perang dan kondisi musuh bisa kita fahami.

Begitu juga dalam copywriting, kita perlu mencari informasi selengkap dan seakurat mungkin. Caranya adalah dengan riset. Tanpa riset, kita tidak punya data. Jika kita tidak punya data, maka pekerjaan kita hanya menebak dan berdasarkan asumsi.

Bahkan kebingungan dalam membuat copywriting karena memang belum punya informasi yang lengkap dan akurat. Sehingga bingung mau menulis apa.

Setelah riset, kita akan mengetahui medan perang, kondisi musuh, dan digabungkan dengan data kekuatan produk, maka kita sudah bisa menyusun copywriting produk Anda.

“Kapan pun kita ingin memerangi musuh kita, pertama dan terutama, kita harus mulai dengan memahami mereka daripada membesar-besarkan motif mereka.”

Criss Jami

Rencanakan Posisi Produk Anda

Semakin Anda mengetahui medan perang dan kondisi musuh, maka akan semakin tepat Anda memposisikan produk.

  1. Apa saja solusi alternatif dari produk Anda? Kemudian cari cara untuk menunjukan kepada calon pembeli bahwa produk Andalah yang benar-benar merupakan solusi, jika bisa hanya satu-satunya, atau solusi terbaik yang ada.
  2. Apa saja perlawanan yang ada dalam pikiran calon pembeli? Kemudian cari cara bagaimana mengalahkan perlawanan-perlawan tersebut.
  3. Tuliskan semua ide-ide yang ada.
  4. Prioritaskan ide-ide mana yang paling penting untuk disampaikan.

Praktisnya Anda akan memiliki daftar yang merupakan alasan-alasan mengapa target pasar harus membeli produk Anda dan bukan produk lain atau solusi lain.

Pendekatan Eksekusi Copywriting

Eugene Schwartz (penulis buku Breakthrough Advertising) memperkenalkan konsep ads copy berdasarkan level of awareness atau tahap kesadaran prospek terhadap produk atau jasa kita. Ini salah satu cara memposisikan produk atau jasa kita sesuai medan perang.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di gambar berikut:

Unaware, problem aware, solution aware, product aware dan most aware adalah kondisi pasar. Yang dibawah adalah apa yang perlu kita sampaikan. Kita tidak bisa menjual produk langsung ke orang yang unaware.

Pasar yang unaware dia tidak sadar masalah dan tentu tidak akan sadar produk. Jadi percuma kita tawarkan produk karena mereka merasa tidak membutuhkannya. Kenapa? Dia tidak sadar dengan masalahnya. Pendekatannya menyadarkan masalah dengan cerita dan rahasia.

Untuk yang problem aware akan berbeda pendekatannya, begitu juga yang solution aware, product aware dan most aware. Masing-masing kondisi pasar membutuhkan pendekatan eksekusi yang berbeda.

Apa yang disampaikan Eugene Schwartz hanyalah salah satu model berpikir bagaimana cara memahami kondisi pasar. Masih ada model yang lain. Intinya adalah kita perlu memahami kondisi pasar dan melakukan pendekatan copywriting yang berbeda.

Susunlah Positioning Anda Dalam Copywriting

Cara menyusunnya sudah dibahas di panduan ini.

Ber-eksperimen-lah

Untuk produk baru, kita benar-benar perlu memahami posisi produk kita yang tepat disesuaikan dengan kondisi pasar. Jelas, tidak mungkin product aware. Mereka belum mengetahui produk Anda. Mungkin solution aware. Atau pasar sudah mengenal produk lain.

Atau belum ada produk lain? Ini harus dijawab dengan seksama dengan riset seperti dibahas diatas. Namun validasi hasil riset sebenarnya adalah dengan percobaan. Uji coba adalah salah satu bagian dari pemasaran.

Mungkin kita sudah melakukan riset, kemudian merumuskan positioning produk kita? Apakah sudah tepat? Satu-satunya cara untuk mengetahui adalah dengan mencobanya. Lihat reaksi pasar. Lakukan riset lagi untuk memvalidasinya.

Riset dan eksperimen bisa dilakukan dalam skala kecil dan besar. Sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh bisa dengan anggaran jutaan rupiah menggunakan Facebook ads atau Google Ads. Anda bisa menguji coba pendekatan copywriting mana yang paling tepat.

Kesimpulan

Bisa saja Anda sudah membuat copywriting yang emosional, penuh dengan kata-kata dan kalimat yang membujuk. Namun jika pendekatan sejak awal salah, maka copywriting Anda tidak akan maksimal.

Pendekatan ini disebut strategi, bagaimana menempatkan posisi produk Anda yang paling menguntungkan berdasarkan kondisi pasar. Bisa saja, bukan cara copywriting Anda yang salah, tetapi strateginya yang salah.

Bahkan, banyak yang membuat copywriting tidak pernah memikirkan strategi yang digunakan. Terutama untuk produk baru.

Inilah strategi dan cara membuat copywriting produk baru.


Gratis eBook, Video, dan PDF Khusus untuk member Sukses Bisnis Online Club.

Selengkapnya Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published.